Hari ini 23 Juli 2014. Ada apa yah? Mengapa aku merasa sangat merindukan Reni? Apakah karna situasi batinku yang berantakan dan kesepian? Bisa jadi. Hm… ya. Iya ternyata bener. Aku kangen padanya. Hari ini, kangenku padanya memuncak. Rasanya ingin menyepi. Ingin sendiri dan ingin bertemu dengannya. Ingin menangis dan tertawa bersama dengannya, seperti dulu. Meski kadang kami bertengkar namun sharing dengannya membuatku merasa nyaman. Sejauh perjalanan dengannya ia selalu ada untukku dan aku juga selalu ada bersamanya. Menangis bersama, atau tertawa bersama untuk menghibur diri, meski tanpa alasan apapun. Jika saja mungkin, bahkan jika dalam mimpipun bertemu dengannya, rasanya aku akan sangat senang.
Genap setahun aku menjalani hidup ini, di dunia yang berbeda dengan yang sebelumnya. Jika harus menyimpulkan dengan satu kata aku mengalami masa setahun ini dengan masa galau tingkat tinggi. Kegalauan ini terutama berkaitan dengan pengalaman perjalanan hati di dua periode. Periode pertama dan kedua sama-sama mengenaskan. Periode pertama ceritanya begini. Kusadari bahwa ada rasa cinta pada seseorang. Jiwa dan raga, seluruhnya terarah padanya. Namun ternyata aku hanya berbicara pada telinga yang tertutup, hati yang beku dan bisu. Aku berteriak pada batu karang. Pintu yang kuketuk ngga ada penghuninya, namun hatiku masih bilang “ia ada dirumah, ia hanya belum dengar suaraku” namun semakin keras memanggil, semakin kuat pintu itu terkunci. Suaraku akhirnya parau dan aku kehabisan tenaga, lelah jiwa dan raga. Seperti anak-anak, yang memanggil-manggil mamanya, namun tak didengar, aku sedih, marah dan berontak. Semua kuanggap sampah dan tak berarti. Tak ada harapan, ...
Komentar
Posting Komentar