Langsung ke konten utama

Postingan

Perjalanan setahun, tahun lalu- hingga tanggal ini tahun ini

     Genap setahun aku menjalani hidup ini, di dunia yang berbeda dengan yang sebelumnya. Jika harus menyimpulkan dengan satu kata aku mengalami masa setahun ini dengan masa galau tingkat tinggi. Kegalauan ini terutama berkaitan dengan pengalaman perjalanan hati di dua periode. Periode pertama dan kedua sama-sama mengenaskan. Periode pertama ceritanya begini. Kusadari bahwa ada rasa cinta pada seseorang. Jiwa dan raga, seluruhnya terarah padanya. Namun ternyata aku hanya berbicara pada telinga yang tertutup, hati yang beku dan bisu. Aku berteriak pada batu karang. Pintu yang kuketuk ngga ada penghuninya, namun hatiku masih bilang “ia ada dirumah, ia hanya belum dengar suaraku” namun semakin keras memanggil, semakin kuat pintu itu terkunci. Suaraku akhirnya parau dan aku kehabisan tenaga, lelah jiwa dan raga. Seperti anak-anak, yang memanggil-manggil mamanya, namun tak didengar, aku sedih, marah dan berontak. Semua kuanggap sampah dan tak berarti. Tak ada harapan, ...

Doa Anak Yang Hilang

“Oh Gusti… dihadapan alam semesta, yaitu tiupan kering angin dibelantara ini, dihadapan pohon yang meranggas dan sepinya waktu tanpa kicauan burung, aku datang kehadapan-Mu. Menghadap-Mu hendak menyerahkan segenap hati jiwa dan ragaku pada-Mu. Engkau tahu segala sesuatu yang ada dihati, jeritan dan tangis, tawa dan syukur, harapan dan keputusasaan, sesal dan tobat, berontak dan marahku. Semua itu kubungkus dalam kotak ini. kotak rahasia hati dan jiwaku. Kuletakkan kedalam tangan-Mu dan kupasrahkan pada-Mu. Semua terserah pada-Mu. Jika engkau hendak membukanya, silahkan. Jika kotak itu Engkau biarkan saja, silahkan dan jika ternyata engkau ingin membuangnya kelaut juga silahkan. Semuanya kuserahkan kembali kedalam tangan-Mu. Gusti, nyuwun pangapunten”

Apa maksudnya? Jika maksudnya memang itu, aku senang.

Malam ini aku tidur capek. maksudnya bangun dengan bingung karna mimpi yang katanya bunga tidur terulang untuk kesekian kalinya. Begini. aku bermimpi terbangun dari tidur. saat mbuka mataku langsung kaget melihat kain penutup (klambu), warnanya putih dan ada tanda salib ungu cukup besar disana. seketika aku juga tersadar bahwa aku tidur di tempat tidur kotak yang ngga biasa. yang tidur disana dan ditempat2 tidur lain yang ada diruangan itu setahuku adalah orang yang sudah meninggal. tetapi napa aku juga tidur disana??? Aku lalu bangun dan turun dari tempat tidur... kutemui tak jauh dari tempatku tidur ada temen2, orang2 yang aku sepertinya kenal, duduk di bangku2 putih. mereka sedang menunggui seseorang yang terbaring di salah satu tempat tidur di ruangan tadi. mereka berpakaian ptih, dan ada banyak bunga disana. salah satunya diberikan padaku. heran. lalu aku pergi tak jauh dari tempat itu ada sungai yang arusnya deras dan aku berenang mrngikuti arus air sampai di hilir. tetapi ada ap...

LELAH

·        Perjalanan ini melelahkan. Ya,  Lelah. ·          Sampai pada detik ini, aku merasa kelelahan yang timbul dalam dada semakin mendesak. Pekat laksana kabut asap di Pekanbaru dan semakin gelap karna tak ada hujan yang menggerus polusinya. Hingga hari ini kurasa sebagai puncak atau mungkin perjalanan menuju puncak kelelahan itu. ------------------------. Cerita lain. ·          Begini. Aku merasa tak ada baiknya. Awalnya aku merasa menjadi diriku sendiri. Diri yang kukenal, diri yang hidup dengan prinsip hidup yang beberapa kuyakini benar namun beberapa kuyakini sudah melenceng dari jalan yang kuyakini sebagai kebaikan. Namun seluruh pengenalanku tentang diriku seakan ambruk dan aku tak satupun hal yang kuyakini sebagai kebaikan itu ternyata baik dihadapan-mu. Berhadapan denganmu membuatku merasa sangat tak dipahami. Yang ada adalah pendapat sendiri yang ...

30 November 2013, kuawali sebuah perjalanan baru.

30 November 2013, kuawali sebuah perjalanan baru. Ada rasa bahagia, karena kumerasa seperti burung yang akhirnya terbang mengangkasa, lepas dari sangkar emas dengan ikatan belenggu yang mencekik leher. Ada sebuah harapan yang kian bersemi mekar dalam jiwa. Sejujurnya kusadari, bahwa semua yang ada dihadapanku saat ini sebenarnya tak seperti yang kuharapkan, namun kucoba membuka hati pada realitas yang ada didepan mata. Hidup itu memang tak harus sesuai dengan apa yang kita harapkan. Setidaknya demikian pengalaman mengajariku. Kadang idealism itu penting, sebagai alasan dan patokan untuk berjuang. Namun ada kalanya kita harus membuat evaluasi, merelakan tuk melepas idealism, membuka hati dan mata jiwa untuk anugrah (grace) lain yang Gusti Allah sediakan. Mungkin itu yang dikehendaki oleh Sang Gusti Pangeran. Yang perlu kita lakukan hanya memohon bimbingan Roh-Nya “ajarlah hatiku Ya Gusti, tuk memahami jalan-jalan-Mu, agar kudapat berjalan, dijalan yang benar. Amen”

Pernahkan engkau berada dalam sebuah penantian?

Pernahkan engkau berada dalam sebuah penantian? Jika pernah ngalaminya maka kamu adalah orang yang tepat untuk mendengakan sharingku, karna engkau tahu bagaimana rasanya dan seperti apa prosesnya dan aku tak perlu menjelaskannya. Selain itu mungkin kamu orang yang tepat karena pengalamanmu bisa jadi pelajaran bagiku. Sekarang kumulai. Begini. Setelah sesi hidup yang sebelumnya, ada dua impian besar yang aku punya diawal kehidupanku. Sejauh kusadari, aku adalah seorang yang nggak mau berhenti hanya pada sebuah pengharapan atau pemikiran ini dan itu. Maka sambil berharap pada Sang Hyang Punya, aku berjuang dan berusaha mewujudkannya. Doa, puasa dan kerja keras kulakukan. Ada orang bilang berdasarkan pengalaman mereka “jika kamu percaya, berdoa dan berusaha, kamu pasti akan mendapatkannya” orang lain lagi mengatakan “jika kamu percaya dan berusaha meraih mimpimu, seluruh alam raya akan membantumu untuk mewujudkannya” dan aku sendiri juga pernah meyakini berdasarkan peng...