Harga dari sebuah tanggung jawab dan integritas seorang pemimpin. "Kepemimpinan diuji bukan saat keadaan baik-baik saja, melainkan saat kita harus berdiri paling depan untuk menerima peluru atas kesalahan tim. Rasanya tidak mudah ketika harus disalahkan atas kelalaian yang tidak kita lakukan secara langsung, apalagi oleh pihak yang menyampaikannya dengan penuh amarah. Namun, melempar tanggung jawab ke anggota tim bukanlah sebuah pilihan. Sebagai mentor dan ketua, tanggung jawab akhir tetap ada di tangan kita. Menjadi 'bemper' memang melelahkan, tapi itulah harga dari sebuah tanggung jawab dan integritas seorang pemimpin."
7 September 1980 -7 September 2020 Tuhanku, Pandanglah aku. kemaren adalah hari ulang tahunku yang kesekian, dan seperti biasa saat merayakan HUT-ku, rasa yang muncul itu kenapa yah warnanya mesti sama. Rasa gundah, gelisah dan hampa. seperti pengulangan rasa yang sudah terjadwal. seperti biasa di hari Ultah, ada saja yang mengucapkan salam dan doa untukku. tahun ini ucapan salam itu datang dari salah seorang rekan susterku dulu. senang banget rasanya. seakan memori kehangatan yang pernah hadir dari kebersamaan saat itu mencuat kepermukaan. Tapi itu hanya sejenak, karna kenangan yang lain juga tak mau kalah, hadir secara nyata dalam hatiku. Kala itu, setelah membuat pertimbangan kuputuskan untuk meninggalkan cara hidup sebagai selibater. Maksud itu kuutarakan kepada pimpinan dan akhirnya dikabulkan, karna masing-masing punya kebebasan untuk memilih cara hidupnya. meski demikian, saya yang adalah bagian dari tubuh organisasi juga adalah saudara bagi para susterku. Sebagai saudara tentun...