Langsung ke konten utama

Postingan

SENJA INI....

Senja ini.... Atta datang lagi. Sawah ini memang tempat yang selalu dikunjunginya, saat semuanya terasa berat dan tak pasti, saat kelelahan melanda jiwa dan raganya dan tentu saja juga saat hatinya sangat bersuka. Sawah ini menjadi saksi semuanya. Seperti biasa, duduk dibawah pohon bambu, yang sedari dulu menyambut-nya dengan riang. Sejenak pandangannya menyapu penjuru, seakan hendak meyakinkan bahwa semuanya masih seperti sediakala. Senyum yang tersungging dibibirnya menjadi ungkapan rindunya yang lepas di semesta. Sama seperti kedatangannya sebelumnya, dihabisakannya waktu hanya berdua dengan sang Semesta. “Semesta....” dalam kehingan nan bisu dibukanya cerita dengan sapaan akrabnya. “aku ingin bercerita pada-Mu tentang jalan yang kulalui bulan ini. Ku-awali ceritaku dengan sebuah keputusan yang kuambil atas hidupku. Aku berpikir bahwa semuanya akan berjalan dengan baik, meski badai pasti.. ya.. pasti akan kulalui. Yakin. Mantap. Penuh harap. Tentu saja penuh harap bahwa...

Seperti Bintang

Engkau seperti bintang, terlalu tinggi untuk kujangkau. Maka kucukupkan diriku dan bahagia meski hanya memandang dari kejauhan.

Catatan Takdir.............

--> Layaknya gelombang elektromagnetik demikian juga dengan gelombang cinta. Ketika keduanya memiliki gelombang yang sama maka gelombang tersebut akan gayung bersambut di udara. Namun jika yang memiliki gelombang hanya sepihak maka gelombang yang terkirim itu akan ambyar diudara, kemudian sebagian akan kembali pada pemiliknya dan sebagian lagi akan menyatu dengan semesta. Demikian kata takdir, dalam selimut bayu senja hari ini.

Pinta-ku

Tuhanku.... Meski hati tak semurni namaku Meski iman tak selalu berkobar nyalanya Meski kasihku tak setulus cinta-Mu namun satu hal kupinta dari-MU Jangan biarkan api penga-HARAP-an dalam hati ini semakin pudar dan ... mati AMIN

DI PERSIMPANGAN JALAN

Paskah.??!! Yah..kata orang hari ini adalah hari Paskah. Memang benar ini hari paskah. Gereja-gereja merayakannya dengan begitu meriah, umat menyambutnya dengan antusias dengan beragam persiapan dan rencana-rencana yang spektakuler untuk menandai hari kemenangan ini. Akupun melakukan apa yang seharusnya dan apa yang telah kami rencanakan. Persiapan lahiriah dan batin telah direncanakan dan dapat dijalankan dengan baik (menurutku..). Ah.. seperti tahun-tahun sebelumnya, jika ada sesuatu yang mengganjal tentunya itu bisa segera diatasi dan tidak menjadi masalah yang berlarut-larut. Toh setelah itu aku dapat menikmati lagi hari bahagia ini. Tetapi kali ini berbeda…. Di Persimpangan Jalan                                Minggu, 31 maret ’13 (22.10 pm) Sore itu, seekor kupu-kupu melintas di sebuah padang yang sangat luas. Umurnya baru 5 hari sejak ia keluar dari kepompongnya. Matanya yang ...

SAHABAT......... (NN)

Sahabat hadir untuk sebuah alasan, atau untuk sebuah masa atau untuk sepanjang hayat. Hanya dengan memahaminya, kehadirannya dapat memberi makna. Bila ia hadir untuk sebuah alasan, pastilah itu untuk memenuhi kerinduan yang sempat terungkap ataupun hanya sempat ter-angan. Ia datang, menemani dalam kesesakan. Ia hadir untuk membimbing dan mendukung, tubuh dan jiwa. Kehadirannya seperti sebuah kado dari Tuhan. Dan memang, ia datang persis seperti yang dibutuhkan. Tapi, tiba-tiba ia harus pergi. Mungkin kematian yang membawanya pergi atau roda kehidupan membawanya lari dan tak kembali. Berpisah dengannya menorehkan perih tapi itu tak dapat dipungkiri. Yang perlu diingat bahwa kebutuhan telah terpenuhi, kerinduan telah terlunasi dan hasrat telah terpuasi. TUGASNYA telah USAI. Doa-doa telah terjawab dan tiba saatnya melanjutkan perjalanan. Bila ia hadir untuk sebuah masa, artinya telah tiba saatnya untuk berbagi, bertumbuh dan belajar. Ia membawakan kedamaian dan gelak tawa. I...

Gusti Pengeran....

Gusti Pengeran.... saat aku duduk bersimpuh dihadapan-Mu dan ingin berjumpa dengan-Mu, saat itu juga aku selalu merasa tak pantas. Rentetan dosa terpapar jelas dimataku. Meski begitu, aku ingin tetap berjumpa dengan-Mu. Gusti Pangeran... Engkau tahu segala sesuatu. Engkau tahu kala aku duduk atau berdiri. Sejak ku-lahir hingga saat ini, Engkaupun mengenal dan menemaniku. Tak sekalipun dari detik-detik hidupku terlepas dari pandangan-Mu. Engkau mengenal perasaanku, pikiranku, kesedihan dan kebahagiaanku. Engkau tahu rasa cintaku, kekecewaan dan harapanku. Engkau tahu bagaimana aku menjalani hidupku, orang-orang yang pernah hadir dalam hatiku. Engkaupun tahu bagaimana aku menjalani relasiku, bagaimana aku memandang mereka. Engkau tahu segala sesuatu, tak ada yang tersembunyi dihadapan-Mu. Akupun tak ingin menyembunyikan semua itu dari hadapan-Mu. Hari ini.. aku ingin bersyukur karena ternyata Engkau tak menghitung kenakalanku. Engkau tetap setia meski aku tak setia, tetap mem...