Layaknya gelombang
elektromagnetik demikian juga dengan gelombang cinta. Ketika keduanya
memiliki gelombang yang sama maka gelombang tersebut akan gayung
bersambut di udara. Namun jika yang memiliki gelombang hanya sepihak
maka gelombang yang terkirim itu akan ambyar diudara, kemudian
sebagian akan kembali pada pemiliknya dan sebagian lagi akan menyatu
dengan semesta. Demikian kata takdir, dalam selimut bayu senja hari
ini.
Thn 2015 Waktu itu gw sedang kuliah semester akhir, pergi ke Bali, dan bertemu sahabat. disana kusampaikan segala penat dan pergumulan batin.. termasuk pertanyaan yang bercokol di pikiranku "QUO VADIS DOMINO?" Tak sengaja, ketika bertemu sahabat, bekenalan dengan sahabat baru, sesaat. Melalui kartunya (TAROT), mulai dibaca-nya jalan panjang yang akan kulalui. namun suaranya sayup, tak terdengar jelas di ingatanku, meski terdengar jelas di telingaku. Ketika jalan yang diramalkannya itu kulalui, saat itu pula terhenyak dengan jelasnya suara-nya yg waktu itu menghilang di antara deburan ombak. "Semua baik, kecuali 2 titik yang akan sangat terjal dalam perjalananmu" menyadari hal ini, pertanyaan baru muncul lagi "INIKAH YG NAMANYA TAKDIR?" mengapa bisa persis seperti yang diramalkan? apakah Usaha dan Doa tak ada pengaruhnya? Semoga aku dikarunia-i hati dan pikiran yang hening dan bening agar dapat memahami maksud-Nya yang sering kali menjadi...
Komentar
Posting Komentar