Langsung ke konten utama

Postingan

Ingin Sukses Harus Bergerak Seperti Ikan Salmon dan Hiu

Belajar dari  Ikan Salmon  oleh Bapak Tanu Sutomo (Direktur Utama IFA Dashsyat ).  Ada menu ikan masakan Jepang, ikan salmon akan lebih enak untuk dinikmati jika ikan tersebut masih dalam keadaan hidup, saat hendak diolah untuk disajikan. Jauh lebih nikmat dibandingkan dengan ikan salmon yang sudah diawetkan dengan es. Itu sebabnya para nelayan Jepang selalu memasukkan salmon tangkapannya ke suatu kolam buatan agar dalam perjalanan menuju daratan salmon-salmon tersebut tetap hidup. Meski demikian pada kenyataannya banyak salmon yang mati di dalam kolam buatan tersebut. Bagaimana cara mereka (nelayan Jepang) menyiasatinya? Para nelayan itu memasukkan seekor hiu kecil di dalam kolam tersebut. Sungguh Ajaib..! Hiu kecil tersebut "memaksa" salmon-salmon itu terus bergerak agar jangan sampai dimangsa si hiu kecil. Akibatnya banyak ikan salmon yang tetap hidup dan jumlah salmon yang mati justru menjadi sangat sedikit! Nah, dari analogi ini kita bisa mengambil pela...

TAK ADA GADING YANG TAK RETAK

Maret 2017. kulalui dengan sebuah kegalauan besar. Saat aku mendengar sebuah ungkapan rasa marah dan kecewa. dari dia yang merasa dilukai dan dikhianati olehmu. Ntah aku harus percaya, ntah aku hanya perlu mendengarnya saja. Yang pasti kuyakini bahwa dibalik ceritanya terselip sebuah harapan untuk aku membantunya. Sempat aku bingung harus bereaksi seperti apa. lalu aku memilih untuk diam sejenak. meredakan rasa marah dan sesal yang perlahan namun pasti menggerogoti jantung hatiku. Hmmmm…. Diamku membuatmu bertanya "jangan-jangan" lalu menyimpulkan sendiri, Mungkin karena rasa takut dan rasa bersalah yang bercokol dalam dadamu atau memang kamu tak berpikir sedikitpun tentang itu karena merasa bahwa aku percaya dengan pembelaanmu. Sungguh.. Tak sanggup aku menatap wajahmu, aku takut bola mataku memancarkan emosi yang membara dihatiku. menyimpannyapun menyesakkan dadaku seperti bisul yang setiap kali bergerak terkena gesekan baju. akh...

Sepasang kaki?

Satu setengah tahun Adalah waktu yang sangat singkat untuk perjalanan ini. Ibarat kehidupan karna kelahiran, usianya masih sangat balita. Masa mestinya masih masa indah dan lucu. Tapi rasanya seperti berat ngga terkira. Perjalanan ini, Seperti sebuah petualangan panjang yang harus kulalui hanya dengan sepasang kaki. terseok2, tak kutemui sebuah oase atau pancuran pelepas dahaga. Sementara panas terik matahari menyengat dikulit. Dibarengi tiupan angin kering yang membuatku merasa semakin lekas lelah. Saat itu aku menyadari bahwa semestinya ada sepasang kaki lain yang harusnya mengiringi langkahku. Tpi kmana? aku tak menemukannya. Mungkin dia berjalan seperti inginnya dan jalan yang kami lalui meski arahnya sama tapi tak sejalan. Siapa yang menciptakan jalan ini? kakikukah? atau kakinya? atau? Ntahlah.

Well Beingku Tergerus

Sudah empat bulan aku berada dalam situasi ini. Awalnya tangan kiri gw yang sakit. Sempat agak lumayan enakan, sehingga meski masih sakit tapi aku bisa paksain buat kerja, nyuci, bersih2 rumah dll. Tapi cuman kira-kira sebulanan, eh hampir dua bulanan ini tangan kananku yang sakit. Tersiksa juga gw dengan situasi seperti ini. Selama ini, meski merasa sakit, aku jarang mengeluh, sehingga orang sering ngga sadar kalo gw sedang kesakitan. Pada dasarnya aku orang yang ngga suka bergantung pada orang lain. Kalo aku bisa kerjain lebih baik aku kerjain sendiri. Tapi situasi seperti ini membuatku terpaksa bergantung pada orang lain. Sakit banget kalo dipake gerak. Coba nyuci botol minum dede aja sakit bukan kepalang. Stress banget rasanya. Aku pernah cari tau di Google.. apa penyebab pergelangan tangan sakit. Salah satunya yang paling menjurus adalah Hipotiroid. Memang dari sejak awal dokter dan orang orang dekatku dulu (Sr), sudah mengingatkan bahwa kalo orang seperti aku, yang hormon tir...

Terima Kasih ...........

Selasa, 1 November 2016. Sore ini, seperti biasa pkl 17:00 WIB teng go alias jam 5 teng aku langsung go home. Biasanya aku numpang sama F, R atau A yang arah pulangnya kebetulan searah denganku. Hari ini sudah janjian pulang numpang sama pak R. kalo sama F dan A pulangnya selalu teng go. Hari ini sama R juga pulang teng go sih tapi aku nunggu lama banget rasanya. Tepat 17 menit aku nunggu di depan tapi ngga datang-datang. Agak kesal sih tapi yang namanya nebeng apa hakku untuk kesal. karna kadung janjian, aku tunggu aja. Tapi kalo sampai pkl 17:20 belum datang ya sudahlah aku naik Grab aja. sambil nunggu aku mulai membuka aplikasi Grab sambil siap siap order. Sialnya aplikasinya ngga buka buka. sebenarnya yang problem bukan aplikasinya sih, tapi HPku yang kalo orang buru buru selalu jadi SUPER LOLA. Kegelisahan dan kekesalan hati makin menjadi. Kepengen ngelempar nih HP. Tapi kucoba untuk menyadari perasaanku dan mencoba tenang. Syukur pada Allah, hatiku menjadi tenang dan relaks. D...

Wellcome Oktober. (LATE POST)

Tulisan ini ditulis Okt 2015, dipost 2016. berarti setahun yang lalu September Ceria telah berlalu, dan kulewati dia dengan berbagai warnanya. Bulan dimana aku mengubah status kelajanganku menjadi seorang istri.   Soal status sebagai istri. Karna sekarang aku adalah istri maka aku harus bersama dengan suamiku. sebelumnya aku tinggal di Kebon Jeruk, ngga jauh dari kantor tempat aku mengais rezeki, sekarang aku tinggal di Depok. Pagi berangkat jam 5 dan nyampe rumah sekitar jam 7 malam. Untuk sampai dikantor atau pulang dari kantor aku menggunakan transportasi umum. KRL, Bussway dan Angkot adalah transportasi langgananku. Harganya tergolong murah, sehingga meski berdesak-desakan sampai ngga bisa berdiri tegak, tetap saja orang-orang sepertiku berlomba, menggunakan transportasi panjang itu. kadang-kadang ketika harus berdiri dengan satu kaki karna terdesak orang lain, aku mulai menghitung kira-kira banyaknya kepala yang ada disatu gerbong itu, dan aku tak pernah berh...

Aku hari ini

Sejak kemaren pagi, aku merasa sangat emosional. Sensitive dan mudah marah. Merasa Jengah dengan sikap canda dan cepat ngambek jika tak sesuai dengan harapan. Kalo emosiku seperti ini, biasanya ada yang ngga beres denganku, alias aku pasti sedang kecapekan. Maka aku berdoa kuat-kuat, semoga hatiku dijauhkan dari kemarahan berkepanjangan dan sikap sensitive yang berpotensi membuat suasana hati orang lain menjadi keruh. Ketika aku merasa marah, kuusahakan sebisa mungkin sadar akan suasana hati dan menenangkan batin. “Ya Allah, Engkau yang mengajar hati umatmu dengan penerangan Roh Kudus. Berilah kami, dengan perantaraan Roh Kudus, kebijaksanaan yang sejati serta kurnia selalu merasa gembira atas penghiburan-Mu. Demi Kristus Tuhan kami”. Doa mantra ini kuucapkan berulang-ulang, agar Sang Gusti memberiku rahmat kekuatan dan kegembiraan.  Aku merasakan kukuatan doa ini memberi kekuatan pada jiwaku, hati yang panas dan cepat emosi perlahan sejuk dan bening lagi. Namun ternyata, ...