Langsung ke konten utama

Postingan

Wellcome Oktober. (LATE POST)

Tulisan ini ditulis Okt 2015, dipost 2016. berarti setahun yang lalu September Ceria telah berlalu, dan kulewati dia dengan berbagai warnanya. Bulan dimana aku mengubah status kelajanganku menjadi seorang istri.   Soal status sebagai istri. Karna sekarang aku adalah istri maka aku harus bersama dengan suamiku. sebelumnya aku tinggal di Kebon Jeruk, ngga jauh dari kantor tempat aku mengais rezeki, sekarang aku tinggal di Depok. Pagi berangkat jam 5 dan nyampe rumah sekitar jam 7 malam. Untuk sampai dikantor atau pulang dari kantor aku menggunakan transportasi umum. KRL, Bussway dan Angkot adalah transportasi langgananku. Harganya tergolong murah, sehingga meski berdesak-desakan sampai ngga bisa berdiri tegak, tetap saja orang-orang sepertiku berlomba, menggunakan transportasi panjang itu. kadang-kadang ketika harus berdiri dengan satu kaki karna terdesak orang lain, aku mulai menghitung kira-kira banyaknya kepala yang ada disatu gerbong itu, dan aku tak pernah berh...

Aku hari ini

Sejak kemaren pagi, aku merasa sangat emosional. Sensitive dan mudah marah. Merasa Jengah dengan sikap canda dan cepat ngambek jika tak sesuai dengan harapan. Kalo emosiku seperti ini, biasanya ada yang ngga beres denganku, alias aku pasti sedang kecapekan. Maka aku berdoa kuat-kuat, semoga hatiku dijauhkan dari kemarahan berkepanjangan dan sikap sensitive yang berpotensi membuat suasana hati orang lain menjadi keruh. Ketika aku merasa marah, kuusahakan sebisa mungkin sadar akan suasana hati dan menenangkan batin. “Ya Allah, Engkau yang mengajar hati umatmu dengan penerangan Roh Kudus. Berilah kami, dengan perantaraan Roh Kudus, kebijaksanaan yang sejati serta kurnia selalu merasa gembira atas penghiburan-Mu. Demi Kristus Tuhan kami”. Doa mantra ini kuucapkan berulang-ulang, agar Sang Gusti memberiku rahmat kekuatan dan kegembiraan.  Aku merasakan kukuatan doa ini memberi kekuatan pada jiwaku, hati yang panas dan cepat emosi perlahan sejuk dan bening lagi. Namun ternyata, ...

Berawal dari Pertanyaan "Kenapa sampai cerai? "

Sebagai seorang HRD, banyak orang yang sudah aku interview. Dalam proses itu, saya bertemu dengan banyak orang, dengan berbagai tipe dan karakter yang unik, berbagai latar belakang pekerjaan, usia dan minat. Satu hal menarik yang seringkali menusuk hati adalah status perkawinan. Banyak orang yang tinggal dijakarta yang usianya udah cukup untuk menikah, namun tetep single/belum menikah juga. Bukan hanya yang penghasilannya rendah, tapi juga yang penghasilannya cukup besar menurut ukuran karyawan. Ops, tunggu dulu. Bukan ini topic yang tadi kusebutkan menarik hatiku. Hal yang menarik hatiku adalah status single yang lain. Single karena cerai hidup. Aku merasa miris jika mendengar atau membaca perkawinan dengan status seperti ini. apalagi sebenarnya sudah ada anak, buah dari perkawinan mereka. pertanyaan yang muncul dalam hati adalah “knapa? knapa harus sampai cerai? tidak adakah  cara atau solusi lain sehingga perceraian tidak terjadi?” Tahun 2015 ini aku merasa lebih si...

Sebuah Sharing Rasa dan Persepsi

Sebuah Sharing. Ketika aku masih SD, aku sering bermain2 dengan kain. Kadang kain itu aku pake sebagai bentuk pakaian adat.  Kadang aku pakai sebagai lambang yang menunjukkan ciri khas agama tertentu, seperti pakaian biarawati Katolik atau jilbab orang Muslim atau pakaian seperti yang biasa dipakai oleh orang Hindu. Kadang aku memadukan semuanya. Semua itu aku lakukan karna aku merasakan keindahan, rasa kagum dan rasa damai ketika melihat perbedaan itu bisa hidup berdampingan di bumi Indonesia.  Gereja KAtedral Jakarta & Mesjid Istiqlal Sewaktu ku duduk di bangku SMA, aku berkenalan dengan seorang temen, satu-satunya Muslim di sekolahku. Namanya TitianAsmar. Asalnya dari Padang. Saat kami hendak berpisah, kenang-kenangan yang kami minta dari adalah lambang agama masing2.  Jadi dia memberiku liontin kalung dengan tulisan arab yg artinya Allah. Aku memberinya lambang salib (liontin Salib Yesus). Satu2nya liontin terbaik yang aku punya waktu itu. Kuberi...

Bolehkah aku istirahat sejenak?

Tuhan… aku lelah. Bolehkah aku istirahat sejenak?